Ayu Noverdila blogspot
pendidikan ekonomi
Senin, 31 Agustus 2015
Senin, 26 Mei 2014
pendidikan sebagai guru
pendidikan sebagai guru

2) Mahasiswa PPG dalam jabatan tidak mengikuti matrikulasi. Kemampuan awal mereka dievaluasi dengan mengikuti kegiatan semacam Pengakuan Pengalaman Kerja dan Hasil Belajar/PPKHB (Recognition Prior Learning/RPL). Jika berdasarkan seleksi dan kegiatan semacam PPKHB tersebut ditemukan defisit pada kompetensi-kompetensi tertentu diberikan pemantapan yang dilakukan terintegrasi dalam kegiatan workshop SSP sesuai dengan waktu yang diperlukan.
A. Rasional
Terjadinya perubahan-perubahan yang
sangat cepat dalam segala aspek kehidupan akibat gelombang globalisasi
serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memunculkan
serangkaian tantangan baru yang perlu disikapi dengan cermat dan
sistematis. Perubahan tersebut secara khusus berdampak terhadap
tuntutan akan kualitas pendidikan secara umum, dan kualitas pendidikan
guru secara khusus untuk menghasilkan guru yang profesional.
Guru profesional adalah guru yang dalam
melaksanakan tugasnya mampu menunjukkan kemampuannya yang ditandai
dengan penguasaan kompetensi akademik kependidikan dan kompetensi
substansi dan/atau bidang studi sesuai bidang ilmunya. Calon guru harus
disiapkan menjadi guru profesional melalui pendidikan profesi guru.
Menurut Undang-Undang No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional, pendidikan profesi adalah pendidikan tinggi setelah program
sarjana yang mempersiapkan mahasiswa untuk memiliki pekerjaan dengan
persyaratan keahlian khusus. Dengan demikian, program Pendidikan Profesi
Guru (PPG) adalah program pendidikan yang diselenggarakan untuk lulusan
S-1 Kependidikan dan S-1/D-IV Non-Kependidikan yang memiliki bakat dan
minat menjadi guru, agar mereka dapat menjadi guru yang profesional
sesuai dengan standar nasional pendidikan.
B. Pengertian Matrikulasi Program PPG
Sesuai pasal 1 ayat 2 Peraturan Menteri
Pendidikan Nasional Nomor 8 Tahun 2009 tentang Pendidikan Profesi Guru
disebutkan bahwa program pendidikan profesi guru prajabatan yang
selanjutnya disebut program Pendidikan Profesi Guru (PPG) adalah program
pendidikan yang diselenggarakan untuk mempersiapkan lulusan S1
kependidikan dan S1/D IV nonkependidikan yang memiliki bakat dan minat
menjadi guru agar menguasai kompetensi guru secara utuh sesuai dengan
standar nasional pendidikan sehingga dapat memperoleh sertifikat
pendidik profesional pada pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar,
dan pendidikan menengah.
Sebelum mengikuti program PPG, calon
peserta yang lolos seleksi harus sudah memiliki ijazah pendidikan
akademik yang relevan, dalam hal ini calon peserta sudah menamatkan
sarjana pendidikan kimia. Bagi peserta yang belum memilikinya,
diwajibkan untuk mengikuti program matrikulasi. Matrikulasi diberlakukan
hanya untuk program PPG prajabatan. Matrikulasi adalah sejumlah
matakuliah yang wajib diikuti oleh peserta program PPG yang sudah
dinyatakan lulus seleksi untuk memenuhi kompetensi akademik bidang studi
dan/atau kompetensi akademik kependidikan sebelum mengikuti program
PPG.
1) Ketentuan matrikulasi untuk prajabatan adalah sebagai berikut:
- S-1 kependidikan yang sesuai dengan program pendidikan profesi dan sudah sesuai dengan standar kompetensi lulusan S1, tidak perlu mengikuti matrikulasi.
- S-1 kependidikan yang serumpun dengan program pendidikan profesi yang akan ditempuh, harus mengikuti matrikulasi.
- S-1/D IV nonkependidikan yang sesuai dengan program pendidikan profesi yang akan ditempuh, harus mengikuti matrikulasi.
- S-1/D IV nonkependidikan serumpun dengan program pendidikan profesi yang akan ditempuh, harus mengikuti matrikulasi.
- Calon peserta PPG yang tidak lulus program matrikulasi dinyatakan tidak dapat melanjutkan program PPG prajabatan.
- Alur program matrikulasi ditujukan pada Gambar 1 sebagai berikut.
2) Mahasiswa PPG dalam jabatan tidak mengikuti matrikulasi. Kemampuan awal mereka dievaluasi dengan mengikuti kegiatan semacam Pengakuan Pengalaman Kerja dan Hasil Belajar/PPKHB (Recognition Prior Learning/RPL). Jika berdasarkan seleksi dan kegiatan semacam PPKHB tersebut ditemukan defisit pada kompetensi-kompetensi tertentu diberikan pemantapan yang dilakukan terintegrasi dalam kegiatan workshop SSP sesuai dengan waktu yang diperlukan.
Struktur kurikulum program matrikulasi
Matrikulasi PPG Kimia bagi calon peserta
PPG yang berlatar belakang sarjana kimia dilaksanakan selama satu
semester. Adapun jumlah SKS yang diambil sebanyak 21 SKS. Pelaksanaan
matrikulasi ini dipecah menjadi 2 sesi yaitu sesi awal semester dan
sesi akhir semester. Tiap sesi dilaksanakan kurang lebih 2 bulan.
Masing-masing mata kuliah dilaksanakan sebanyak 16 pertemuan termasuk
UTS dan UAS dengan masing-masing pertemuan berdurasi sesuai dengan
jumlah SKS nya. Pada sesi awal semester para peserta mereka mengikuti 4
perkuliahan dan pada sesi akhir semester mengikuti 4 perkuliahan yang
lain. Kurikulum matrikulasi PPG Prodi Pendidikan Kimia FPMIPA UPI bagi
peserta dengan latar belakang sarjana kimia adalah sebagai berikut:
Tabel Kurikulum Matrikulasi PPG Kimia
| Semester | Kelompok Mata Diklat | Nama Mata Diklat | Bobot SKS | Total SKS |
| 1 | Mata Diklat Keahlian Profesi |
|
2 | 21 |
|
4 | |||
|
4 | |||
|
2 | |||
|
2 | |||
|
2 | |||
|
2 | |||
|
3 |
Keterangan: Mata kuliah 1, 2, 3, dan 4
dilaksanakan pada sesi awal semester; Mata kuliah 5, 6,7, dan 8
dilaksanakan pada sesi akhir semester.
Sabtu, 22 Maret 2014
strategi pembelajaran ekonomi
Tugas
strategi pembelajaran ekonomi
Nama : AYU
noverdila
Nim : 1207159
Bp : 2012
Jurusan
: pendidikan ekonomi
FAKULTAS
EKONOMI
UNIVERSITAS
NEGERI PADANG
2012-2013
Bab
5
Mengajar dan belajar dalam standar
proses pendidikan
A.pengertian
ketika guru mengajar guru tidak berusaha mencari
informasi, apakah materi
yang diajarkannya sudah dipahami siswa
atau belum dipahami sesorang siswa.
Dalam proses belajar mengajar
guru tidak berusaha mengajak berfikir kepada siswa bahwa guru di anggap bagi
siswa telah menguasai materi pelajaran lebih penting bagi siswa.
Ada 4 analisis terhadap guru
yaitu;
a.guru tidak berusaha untuk mengetahui kemampuan awal siswa
layak sebagai seorang dokter yang profesional,sebelum
ia melakukan treatment
atau tindakan kepada pasien,terlebih
dahulu ia akan melakukan diagnosis,
misalnya ia bertanya bagian mana yang
sakit, apakah pasien sudah makan obat
sebelumnya,dan sebagainya sambil memeriksa
bagian tubuh pasein.
b.guru tidak pernah mengajak
berpikir siswa
seorang yang sedang bermain catur akan
memusatkan perhatiannya kepada bidak
caturnya,yang sedang bermain kartu akan
mengonsentrasikan cara berpikirnnya
pada kartu yang sedang dimainkan.siswa
harus bahas materi yang pelajar mstinya
digunakan sebagai alat untuk melatih
kemampuan berpikir,menggunakan struktur
kognitifnya secara penuh dan terarah.
c.guru tidak berusaha memperoleh
umpan balik
proses mengajar adalah proses yang bertujuan,oleh sebab itu apa yang
dilakukan oleh seorang guru seharusnya mengarah pada pencapaian tujuan atua
tujuan yang di
capai seorang siswa dan guru.
d.guru
menganggap bahwa ia adalah orang yang paling mampu dan menguasai pelajaran.
Dewasa ini berkat kemajuan ilmu
pengetahuan dan teknologi terutama
teknologi informasi,setiap orang bisa memperoleh pengetahuan lewat berbagai
media.pelajaran yang dibandingkan dengan guru yaitu siswa yang dirumah nya banyak
membaca koran,majalah,buku-buku,banyak mempelajari berbagai pengetahuan lewat
internet,mendengarkan berita lewat media televisi.dll.
B.KONSEP DASAR
MENGAJAR
1.mengajar sebagai proses menyampaikan
materi pelajaran
Sebagai proses menyampaikan atau
menanamkan ilmu pengetahua,maka mengajar
Karakteristik sebagai berikut;
a.proses pengajaran berorientasi pada
guru(teacher centered)
dalam kegiatan belajar mengajar
seoorang guru memegang peran yang sangat penting
dalam proses pengajaran hanya akan
berlangsung manakala ada guru;dan tak
mungkin ada proses pembelajaran tanpa
guru.ada tiga minimal peran utama yang harus
dilakukan guru yaitu;
1.guru sebagai perencana
penyampai informasi
2.proses pengajaran guru harus
menyiapkan materi pelajaran
3.guru sebagai evaluator
b.siswa sebagai objek belajar
proses menyampaikan materi pelajaran
menempatkan siswa sebagai objek yang
menguasai materi pelajarandalam
organosasi yang pasif yang belum memahami materi
yang di pelajarinya.
c.kegiatan pengajaranterjadi padatempat dan
waktu tertentu
proses pengajaran berlangsung pada
tempat tertentu misalnya terjadi di dalam kelas
dengan penjadwalan yang
ketat,sehingga siswa belajar manakala ada kelas yang telah di
desain sedemikian rupa sebagai tempat
belajar.
d.tujuan utama pengajaran adalah penguasaan
materi pelajaran
keberhasilan suatu proses pengajaran
diukur dari sejauh mana siswa dapat menguasai
materipelajaran sendiri adalah
pengetahuan yang ada bersumber dari mata pelajaran
yang diberikan sekolah.
2.mengajar sebagai
proses mengatur lingkungan
Terdapat beberapa karakteristik dari konsep
mengajar sebagai proses mengatur lingkungan;
a.mengajar berpusat pada siswa (student
centered)
b.siswa sebagai subjek belajar
c.proses pembelajaran berlangsung di mana
saja
d.pembelajaran berorientasi pada
pencapaian tujuan
C.PERLU PERUBAHAN
PARADIGMA TENTANG MENGAJAR
1. siswa bukan orang dewasa dalam bentuk
mini atau organisasi
2.ledakan ilmu pengetahuan mengakibatkan
kecendurang dan menguasai bidang ilmu
3.penemuan-penemuan baru khusus dalam
bidang psikologis atau tingkah laku manusia
D.MAKNA MENGAJAR
DALAM STANDAR PROSES PENDIDIKAN
Ada tiga prinsip penting dalam proses
pelajaran yaitu;
a.proses pembelajaran adalah bentuk
kreasi lingkungan yang dapat membentuk atau
mengubah struktur kognitif terhadap
siswa.
b.berhubungan dengan tipe-tipe
pengetahuan yang harus dipelajari.
c.dalam proses pembelajaran harus melibatkan
peran lingkungan sosial.
Kontek standar
proses pendidikan oleh beberapa ciri yaitu;
1.pembelajaran adalah proses berpikir
Belajar adalah proses cara berpikir dan
menekan kan ke pada proses mencari dan
Menemukan pengetahuan melalui interaksi
secara individu dengan lingkungan.
2.proses pembelajaran adalah memanfaatkan
potensi otak
Pembelajaran berpikir aadalah
permanfaatan dan penggunaan otak secara maksimal.
3.pembelajaran berlangsung sepanjang hayat
Belajar adalah proses yang
terus-menerus yang tidak pernah berhenti dan tidak terbatas
Pada dinding kelas.
E.TEORI-TEORI
BELAJAR
1.beberapa teori
belajar behavioristik
a.teori belajar
*hukum kesiapan(law of readiness)
*hukum latahan(law of exersis)
*hukum akibat(law of effect)
b.teori belajar classsical conditioning
c.operant conditioning
2.teori-teori
belajar kognitif
a.belajar itu berdasarkan keseluruhan
b.anak yang belajar merupakan keseluruhan
c.belajar berkat
d.belajar berdasarkan pengalaman
Langganan:
Komentar (Atom)