Senin, 26 Mei 2014

pendidikan sebagai guru

pendidikan sebagai guru

A. Rasional
Terjadinya perubahan-perubahan yang sangat cepat dalam segala aspek kehidupan akibat gelombang globalisasi serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memunculkan serangkaian tantangan baru yang perlu disikapi dengan cermat dan sistematis. Perubahan tersebut secara khusus berdampak terhadap tuntutan akan kualitas pendidikan secara umum, dan kualitas pendidikan guru secara khusus untuk menghasilkan guru yang profesional.
Guru profesional adalah guru yang dalam melaksanakan tugasnya mampu menunjukkan kemampuannya yang ditandai dengan penguasaan kompetensi akademik kependidikan dan kompetensi substansi dan/atau bidang studi sesuai bidang ilmunya. Calon guru harus disiapkan menjadi guru profesional melalui pendidikan profesi guru. Menurut Undang-Undang No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pendidikan profesi adalah pendidikan tinggi setelah program sarjana yang mempersiapkan mahasiswa untuk memiliki pekerjaan dengan persyaratan keahlian khusus. Dengan demikian, program Pendidikan Profesi Guru (PPG) adalah program pendidikan yang diselenggarakan untuk lulusan S-1 Kependidikan dan S-1/D-IV Non-Kependidikan yang memiliki bakat dan minat menjadi guru, agar mereka dapat menjadi guru yang profesional sesuai dengan standar nasional pendidikan.
B. Pengertian Matrikulasi Program PPG
Sesuai pasal 1 ayat 2 Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 8 Tahun 2009 tentang Pendidikan Profesi Guru disebutkan bahwa program pendidikan profesi guru prajabatan yang selanjutnya disebut program Pendidikan Profesi Guru (PPG) adalah program pendidikan yang diselenggarakan untuk mempersiapkan lulusan S1 kependidikan dan S1/D IV nonkependidikan yang memiliki bakat dan minat menjadi guru agar menguasai kompetensi guru secara utuh sesuai dengan standar nasional pendidikan sehingga dapat memperoleh sertifikat pendidik profesional pada pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.
Sebelum mengikuti program PPG, calon peserta yang lolos seleksi harus sudah memiliki ijazah pendidikan akademik yang relevan, dalam hal ini calon peserta sudah menamatkan sarjana pendidikan kimia. Bagi peserta yang belum memilikinya, diwajibkan untuk mengikuti program matrikulasi. Matrikulasi diberlakukan hanya untuk program PPG prajabatan. Matrikulasi adalah sejumlah matakuliah yang wajib diikuti oleh peserta program PPG yang sudah dinyatakan lulus seleksi untuk memenuhi kompetensi akademik bidang studi dan/atau kompetensi akademik kependidikan sebelum mengikuti program PPG.
1) Ketentuan matrikulasi untuk prajabatan adalah sebagai berikut:
  • S-1 kependidikan yang sesuai dengan program pendidikan profesi dan sudah sesuai dengan standar kompetensi lulusan S1, tidak perlu mengikuti matrikulasi.
  • S-1 kependidikan yang serumpun dengan program pendidikan profesi yang akan ditempuh, harus mengikuti matrikulasi.
  • S-1/D IV nonkependidikan yang sesuai dengan program pendidikan profesi yang akan ditempuh, harus mengikuti matrikulasi.
  • S-1/D IV nonkependidikan serumpun dengan program pendidikan profesi yang akan ditempuh, harus mengikuti matrikulasi.
  • Calon peserta PPG yang tidak lulus program matrikulasi dinyatakan tidak dapat melanjutkan program PPG prajabatan.
  • Alur program matrikulasi ditujukan pada Gambar 1 sebagai berikut.








http://kimia.upi.edu/v2/wp-content/uploads/2011/08/PPG.jpg



 2) Mahasiswa PPG dalam jabatan tidak mengikuti matrikulasi. Kemampuan awal mereka dievaluasi dengan mengikuti kegiatan semacam Pengakuan Pengalaman Kerja dan Hasil Belajar/PPKHB (Recognition Prior Learning/RPL). Jika berdasarkan seleksi dan kegiatan semacam PPKHB tersebut ditemukan defisit pada kompetensi-kompetensi tertentu diberikan pemantapan yang dilakukan terintegrasi dalam kegiatan workshop SSP sesuai dengan waktu yang diperlukan.
Struktur kurikulum program matrikulasi
Matrikulasi PPG Kimia bagi calon peserta PPG yang berlatar belakang sarjana kimia dilaksanakan selama satu semester. Adapun jumlah SKS yang diambil sebanyak 21 SKS. Pelaksanaan matrikulasi ini dipecah menjadi 2 sesi yaitu sesi awal semester dan sesi akhir semester. Tiap sesi dilaksanakan kurang lebih 2 bulan. Masing-masing mata kuliah dilaksanakan sebanyak 16 pertemuan termasuk UTS dan UAS dengan masing-masing pertemuan berdurasi sesuai dengan jumlah SKS nya. Pada sesi awal semester para peserta mereka mengikuti 4 perkuliahan dan pada sesi akhir semester mengikuti 4 perkuliahan yang lain. Kurikulum matrikulasi PPG Prodi Pendidikan Kimia FPMIPA UPI bagi peserta dengan latar belakang sarjana kimia adalah sebagai berikut:
Tabel Kurikulum Matrikulasi PPG Kimia
Semester Kelompok Mata Diklat Nama Mata Diklat Bobot SKS Total SKS
1 Mata Diklat Keahlian Profesi
  1. Psikologi Perkembangan Peserta Didik
2 21
  1. Kimia Sekolah
4
  1. Belajar dan Pembelajaran Kimia
4
  1. Media Pembelajaran Kimia
2
  1. Evaluasi Pembelajaran Kimia
2
  1. Analisis Kurikulum Kimia Sekolah
2
  1. Perencanaan Pembelajaran Kimia
2
  1. Metodologi Penelitian Pendidikan Kimia
3
Keterangan: Mata kuliah 1, 2, 3, dan 4 dilaksanakan pada sesi awal semester; Mata kuliah 5, 6,7, dan 8 dilaksanakan pada sesi akhir semester.

Sabtu, 22 Maret 2014

strategi pembelajaran ekonomi



Tugas strategi pembelajaran ekonomi
Nama  :  AYU noverdila
Nim   :   1207159
Bp     : 2012
Jurusan : pendidikan ekonomi


 



FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2012-2013




Bab 5
            Mengajar dan belajar dalam standar proses pendidikan
            
A.pengertian
      ketika  guru mengajar guru  tidak berusaha  mencari  informasi, apakah materi 
       yang diajarkannya sudah dipahami siswa atau belum dipahami sesorang siswa.
Dalam proses belajar mengajar guru tidak berusaha mengajak berfikir kepada siswa bahwa guru di anggap bagi siswa telah menguasai materi pelajaran lebih penting bagi siswa.

Ada 4 analisis terhadap guru yaitu;
   a.guru tidak berusaha untuk mengetahui kemampuan awal siswa
        layak sebagai seorang dokter yang profesional,sebelum ia melakukan treatment
        atau tindakan kepada pasien,terlebih dahulu ia akan melakukan diagnosis, 
      misalnya ia bertanya bagian mana yang sakit, apakah pasien sudah makan obat
          sebelumnya,dan sebagainya sambil memeriksa bagian tubuh pasein.
b.guru tidak pernah mengajak berpikir siswa
     seorang yang sedang bermain catur akan memusatkan perhatiannya kepada bidak
      caturnya,yang sedang bermain kartu akan mengonsentrasikan cara berpikirnnya
      pada kartu yang sedang dimainkan.siswa harus bahas materi yang pelajar mstinya
     digunakan sebagai alat untuk melatih kemampuan berpikir,menggunakan struktur
       kognitifnya secara penuh dan terarah.
c.guru tidak berusaha memperoleh umpan balik
   proses mengajar adalah proses yang bertujuan,oleh sebab itu apa yang dilakukan oleh seorang guru seharusnya mengarah pada pencapaian tujuan atua tujuan yang di
capai seorang siswa dan guru.
d.guru menganggap bahwa ia adalah orang yang paling mampu dan menguasai pelajaran. 
           Dewasa ini berkat kemajuan ilmu pengetahuan  dan teknologi terutama teknologi informasi,setiap orang bisa memperoleh pengetahuan lewat berbagai media.pelajaran yang dibandingkan dengan guru yaitu siswa yang dirumah nya banyak membaca koran,majalah,buku-buku,banyak mempelajari berbagai pengetahuan lewat internet,mendengarkan berita lewat media televisi.dll.

B.KONSEP DASAR MENGAJAR
   1.mengajar sebagai proses menyampaikan materi pelajaran
      Sebagai proses menyampaikan atau menanamkan ilmu pengetahua,maka mengajar
        Karakteristik sebagai berikut;
        a.proses pengajaran berorientasi pada guru(teacher centered)
              dalam kegiatan belajar mengajar seoorang guru memegang peran yang sangat penting
              dalam proses pengajaran hanya akan berlangsung manakala ada guru;dan tak
          mungkin ada proses pembelajaran tanpa guru.ada tiga minimal peran utama yang harus
         dilakukan guru yaitu;
               1.guru sebagai perencana penyampai informasi
               2.proses pengajaran guru harus menyiapkan materi pelajaran
               3.guru sebagai evaluator
       b.siswa sebagai objek belajar
                 proses menyampaikan materi pelajaran menempatkan siswa sebagai objek yang
              menguasai materi pelajarandalam organosasi yang pasif yang belum memahami materi
        yang di pelajarinya.
   c.kegiatan pengajaranterjadi padatempat dan waktu tertentu
          proses pengajaran berlangsung pada tempat tertentu misalnya terjadi di dalam kelas
            dengan penjadwalan yang ketat,sehingga siswa belajar manakala ada kelas yang telah di
         desain sedemikian rupa sebagai tempat belajar.
  d.tujuan utama pengajaran adalah penguasaan materi pelajaran
        keberhasilan suatu proses pengajaran diukur dari sejauh mana siswa dapat menguasai
         materipelajaran sendiri adalah pengetahuan yang ada bersumber dari mata pelajaran
           yang diberikan sekolah.
2.mengajar sebagai proses mengatur lingkungan
    Terdapat beberapa karakteristik dari konsep mengajar sebagai proses mengatur lingkungan;
      a.mengajar berpusat pada siswa (student centered)
     b.siswa sebagai subjek belajar
     c.proses pembelajaran berlangsung di mana saja
     d.pembelajaran berorientasi pada pencapaian tujuan

C.PERLU PERUBAHAN PARADIGMA TENTANG MENGAJAR
     1. siswa bukan orang dewasa dalam bentuk mini atau organisasi
     2.ledakan ilmu pengetahuan mengakibatkan kecendurang dan menguasai bidang ilmu
     3.penemuan-penemuan baru khusus dalam bidang psikologis atau tingkah laku manusia

D.MAKNA MENGAJAR DALAM STANDAR PROSES PENDIDIKAN
  Ada tiga prinsip penting dalam proses pelajaran yaitu;
      a.proses pembelajaran adalah bentuk kreasi lingkungan yang dapat membentuk atau
           mengubah struktur kognitif terhadap siswa.
       b.berhubungan dengan tipe-tipe pengetahuan yang harus dipelajari.
       c.dalam proses pembelajaran harus melibatkan peran lingkungan sosial.

Kontek standar proses pendidikan oleh beberapa ciri yaitu;
  1.pembelajaran adalah proses berpikir
      Belajar adalah proses cara berpikir dan menekan kan ke pada proses mencari dan
     Menemukan pengetahuan melalui interaksi secara individu dengan lingkungan.
 2.proses pembelajaran adalah memanfaatkan potensi otak
         Pembelajaran berpikir aadalah permanfaatan dan penggunaan otak secara maksimal.
 3.pembelajaran berlangsung sepanjang hayat
        Belajar adalah proses yang terus-menerus yang tidak pernah berhenti dan tidak terbatas
             Pada dinding kelas.

E.TEORI-TEORI BELAJAR
1.beberapa teori belajar behavioristik
    a.teori belajar
       *hukum kesiapan(law of readiness)
       *hukum latahan(law of exersis)
       *hukum akibat(law of effect)
   b.teori belajar classsical conditioning
   c.operant conditioning
2.teori-teori belajar kognitif
     a.belajar itu berdasarkan keseluruhan
      b.anak yang belajar merupakan keseluruhan
      c.belajar berkat
       d.belajar berdasarkan pengalaman